Kamis, 23 Desember 2010

MENGENAL BAHAN AFDRUK CETAK SABLON

A. Bahan Afdruk (Peka Cahaya)
d. ULANO
Bahan peka cahaya Ulano adalah obat afdruk dalam bentuk pasta
yang siap pakai. Bahan peka cahaya Ulano dibuat khusus untuk
melapisi screen dengan daya tahan tinggi terhadap pengaruh
gesekan rakel, cuaca dan bahan pencampur tinta baik minyak
maupun air.
Berdasarkan penggunaannya, bahan peka cahaya Ulano dibagi
menjadi dua bagian yaitu:

1.1. Basis minyak yaitu : Ulano 133
Bahan ini merupakan obat afdruk siap pakai dan berwarna
kuning, memiliki daya tahan yang sangat kuat dan tidak
mudah terkikis oleh bahan cat atau tinta yang
campurannya mempergunakan bahan minyak seperti M3,
M4 Terpin, Bensin maupun minyak tanah.
1.2. Ulano TZ – TZD
Seperti halnya ulano 133, ulano TZ juga merupakan bahan
afdruk yang paling baik dibandingkan dengan bahan peka
cahaya sejenis dan khusus dipergunakan untuk melapisi
screen basis air memiliki daya tahan yang kuat serta tidak
mudah terkikis oleh bahan cat/tinta berbasis air seperti
tekstil color, pigmen, printing paste dan semua bahan
cetak yang mengandung air.
Ulano TZ dibuat khusus untuk screen dengan mencetak
kaos sprei, spanduk, batik dan jenis bahan lainnya. Untuk
menghasilkan gambar raster halus sampai kepadatan 80%
dapat dihasilkan dengan baik tanpa bahan khusus.
e. BAHAN PEKA SUPERXOL
Bahan peka superxol juga adalah bahan yang siap pakai karena
tidak memerlukan air panas lagi untuk mengencerkan tatapi
cukup dicampur dengan bahan sensistizer (cairan yang membuat
emulsi menjadi peka terhadap sinar utra violet). Dijual dalam
botol ukuran ¼ kg dan terdiri dari dua bagian yaitu Emulsion dan
sensitizer. Bahan ini dikeluarkan dalam dua fungsi yaitu:

1. Bahan Peka Cahaya SUPERXOL 188
Merupakan bahan peka cahaya yang sangat efisien berbentuk
pasta dan siap pakai. Bahan ini sangat baik digunakan untuk
mencetak dengan tinta basis minyak, dibuat khusus untuk
melapisi screen nomer T 120 – T 200 / 200 S.
2. Superxol TX
Merupakan bahan peka cahaya khusus dibuat untuk melapisi
screen untuk cetak TEXTILE SCREEN EMULSION dengan
nomor screen T90 – T32.
f. DIEMA
Bahan peka cahaya diema dibuat khusus untuk melapisi
permukaan screen basis minyak dan basis air dengan kualitas
yang tidak berbeda jauh dari ulano atau superxol.
Sebagaimana bahan peka cahaya bentuk pasta yang lainnya
diema juga melengkapi dengan diema basis minyak dan diema
tekstile yang keduanya mempunyai kemampuan cetak tinggi
apabila digunakan pada alat screen yang sesuai fungsinya. Bahan
ini terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Diema basis minyak
1. Diema Textile
g. DIASOL
Bahan peka cahaya ini tidak berbeda jauh dengan bahan peka
pasta lainnya terdiri dari 1 (satu) bagian campuran yaitu
campuran antara:
1 Polyninge Alcohol (berbentuk bubuk putih halus) OZ, air 10 –
11 OZ.

2 Potassin Bichromate atau Amninocan Bichromate ¼ OZ.
BAHAN PENGHAPUS OBAT AFDRUK ( PEKA CAHAYA)
Fungsi obat (bahan) penghapus ialah untuk menghilangkan gambar –
gambar yang terdapat pada screen. Tujuannya ialah untuk menetralkan
kembali tabir screen seperti keadaan semula.
Macam obat penghapus:
a) Soda Api
b) Pregant Paste
c) Sodium Hypocloride
d) Sodium Hypochloride.
a) SODA API
Bentuk soda api ada yang berbentuk buti – butir kristal keping – keping
ada pula yang berbentuk batu. Gunanya untuk membersihkan /
menghapus bekas–bekas gambar pada screen (alat cetak) agar screen
dapat digunakan kembali. Daya hapus sangat kuat, dapat
menghilangkan bekas–bekas cat terutama cat–cat yang yang telah
mengering di permukaan tabir screen.
Bahan ini mudah bereaksi dengan logam atau sejinisnya.
Cara mengolah
1 10 gr soda api + 40 cc air.
2 Campuran tersebut diolah dalam mangkuk plastik.
3 Larutan benar–benar hingga keping–keping soda hilang.
4 Gunakan sendok plastik untuk mengolah.
5 Campuran (larutan) ini disimpan pada tempat yang aman

b) PREGANT PASTE
Bentuk bahan pasta berwarna kuning gading.
Pregnant paste berfungssi sebagai larutan penghapus, berdaya hapus
tinggi. Pregnant paste mampu menghilangkan bekas–bekas cat /noda –
noda yang ditinggalkan oleh lapisan dhromatine maupun chrom
gelatine. Noda–noda atau bekas–bekas gambar yang tidak hilang oleh
larutan soda api, dapat dihilangkan dengan menggunakan pregnant
paste.
Cara menggunakan:
a. Tempatkan sebagian pregant paste dalam mangkuk plastik dengan
ukuran: Pregant paste + air = 1 : 1 (sendok).
b. Gunakan batang kayu yang ujungnya dibalut kain (kapas). Dengan
alat ini paste diolaskan pada pemukaan screen. Lakukan pemolesan
dengan merata luar dan dalam.
c. Jika hanya terdapat beberapa bagian noda – noda pada screen,
maka pada bagian tersebut saja yang dioleskan.
d. Screen didiamkan selama + 30 menit (lebih lama lebih baik). Tujuan
agar larutan pregnant dapat meresap dengan baik.
e. Screen dibersihkan (dicuci) dengan air sampai bersih. Pencucian
dapat dibantu dengan air panas.
f. Gunakan kertas untuk menggosok pada bagian luar dan dalam saling
menekan. Cara ini sangat baik, dapat merontokkan bagian yang
masih kotor.
c) REDUCER P.V.C.
Reducer PVC merupakan minyak penyampur tinta–tinta PVC yang
memiliki ciri khusus cepat mengering dalam segala situasi. Dengan
Modul GRA:CTK:009 33
adanya kenyataan ini, maka Reducer PVC hanya digunakan sebagai
bahan pembantu menghapus.
Sebagai contoh:
Ketika membersihkan screen (bekas cetak PVC), terdapat bagian –
bagian tertinggal oleh lapisan tinta PVC.
Cara menggunakan:
1. Gunakan kapas, celupkan pada larutan reducer.
2. Poleskan pada bagian luar dan dalam (daerah bergambar).
3. Diamkan 5 menit sampai minyak bereaksi
4. Ulangi langkah tersebut dari bagian luar dan dalam.
Selanjutnya bersihkan bekas–bekas larutan dengan kapas kering
(kertas bekas) dari bagian luar dan dalam saling menekan.
Lakukan berulang kali sampai bekas – bekas cat hilang.

d) SODIUM HYPOCHLORIDE
Merupakan cairan berwarna bening (bukan jenis minyak). Gunanya
untuk menghapus bekas–bekas gambar yang ditinggalkan oleh
pembangkit Super Emulsion 5. Screen sheet (berbentuk gambar) yang
diproses oleh super Emulsion 5 tidak bisa dihilangkan oleh soda api
maupun pregant paste. Bahan yang tepat sebagai penghapus ialah
sodium hypochloride (hasil ramuan soda api dengan kaporit).
Cara menggunakan:
1 Gunakan kayu yang ujungnya dibalut kain, selanjutnya poleskan
larutan sodium pada permukaan screen luar dan dalam.
2 Diamkan selama 15 menit (lebih).
3 Gunakan kertas bekas, gosokan pada bagian bergambar luar dan
dalam.
4 Lakukan langkah ini berulang kali hingga bersih.

2. BAHAN PENGUAT (Pelindung lapisan screen)
Yang dimaksud dengan bahan penguat ialah cairan yang berfungsi sebagai
pelindung lapisan obat afdruk pada screen (dalam hal ini screen sheet).
Dengan dibubuhinya obat penguat maka lapisan chrom tidak mudah aus
oleh gesekan rakel (tidak mudah terpengaruh oleh sentuhan cat kain).
Misalnya, sebuah gambar yang telah dijadikan screen sheet berdasarkan
pengafdrukan, menjadi lebih kuat setelah diberi lapisan oleh bahan
penguat. Dengan demikian maka ketahanan screen sheet terjamin dan
mampu mencetak dalam jumlah banyak.
Jenis bahan penguat ada beberapa macam, namun tidak seluruhnya sama
kekuatannya. Penguat yang umum digunakan sehubungan dengan
kebutuhan sablon ialah:
1. Vernis Sintetis
2. Screen Lack
3. Retusir Lack
4. Ulano 6 (Screen Filter)
5. Ulano 5/Catalist
6. Harte Mittel T.

BAHAN TERCETAK
Bahan – bahan tercetak yang dimaksud dalam hal ini adalah semua bahan
atau benda yang dapat dicetak menggunakan teknik cetak sablon/Saring.

Bahan Cetak Basis Air
Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan
cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer
tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah

semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain
famatex, kain drill, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis
kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton
Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain.
Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen
printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau
dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik
tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak
sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan
warna dari bahan yang akan diproduksi.

MENGENAL TINTA CETAK SABLON ( SARING )

Tinta Basis Air
Tinta basis air adalah semua tinta yang digunakan untuk menyablon
bahan tekstil dan bahan kaos. Pada umumnya semua tinta untuk tekstil
dan kaos dapat dipergunakan dalam pencetakan (penyablonan), hanya
pelekatnya dalam serat berbeda. Oleh karena pemilihan tinta juga
harus disesuaikan dengan sifat bahan yang akan dicetak (disablon).
Dengan demikian tinta (pasta) yang digunakan didasarkan pada jenis
kain (bahan cetak). Di samping jenis tekstil juga harus memperhatikan
warna dasar dari kain (bahan cetak) sehingga efek hasil pencetakan
pada bahan nampak jelas. Adapun tinta-tinta yang dimaksud adalah:
1 Tinta dasar terang adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain
(bahan cetak) yang berwarna terang (muda), yaitu tinta merk Sandy
Super Color. Tinta ini berupa pasta putih yang dijual dalam kilogram
dengan wadah kalengan, Plastik, atau tong plastik. Bentuk pasta
kental, tidak mengeras pada kain, daya resap baik, dan tidak luntur.
2 Tinta dasar gelap adalah tinta yang digunakan untuk mencetak kain
warna gelap, yaitu tinta karet, dengan tambahan perbandingan
tertentu dapat menempel baik di atas permukaan bahan cetak
(kain). Bentuk berupa pasta, agak mengeras pada kain, daya
lengket kuat, tidak luntur, tetapi tidak tahan panas gosokkan
seterika (mudah rontok).

PEDOMAN MENGAFDRUK (Pemindahan gambar ke dalam screen)
Pemindahan gambar pada permukaan screen adalah sama, meskipun sumber
cahaya yang dipergunakan berbeda. Demikian pula penggunaan obat afdruk
untuk berbagai macam kebutuhan adalah sama walaupun rumusan
pembuatannya berbeda. Berikut adalah proses pengafdrukan di kamar gelap:
1. Pengolahan obat afdruk (kamar gelap)
Gelatine bichromat 1 sendok + air panas 4 sendok dilarutkan. Jika obat
tersebut belum larut (masih terdapat butir–butir) maka sebaiknya
dipanaskan hingga butir–butir hilang, yang disebut kamar gelap ialah
ruangan yang tidak langsung mendapat sinar. Terangnya ruangan
karena sinar lampu tidak mempunyai pengaruh terhadap larutan chrom.
Ruan gelap dalam proses tidak sama pekat dengan ruang gelap
kebutuhan photografi sinar langsung.
2. Penyemiran/Pemolesan Obat Afdrukt (dalam kamar gelap)
Pemolesan/penyemiran bahan peka cahaya (obat afdruk) pada
permukaan screen dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai
berikut:
a. Pemolesan dengan penggaris siku dapat menghasilkan lapisan
chrom merata serta tebal lapisan cukup baik. Cara ini tidak
menimbulkan busa pada lapisan chrom.
b. Pemolesan dengan menggunakan kwas menghasilkan lapisan yang
tebal–tipis tidak merata dan tidak halus, serta agak berbusa karena
diakibatkan oleh serabut kwas, tetapi cukup baik pada hasil
pengafdrukan.
c. Pemolesan dengan menggunakan Rakel, seperti halnya penggaris
siku, rakel juga dapat berfungsi sebagai alat pemoles bahan peka
cahaya (obat afdruk) dengan hasil yang cukup merata dan baik.

d. Pemolesan dengan menggunakan Central Coater, alat ini memang
dibuat khsusus untuk dipergunakan sebagai alat pemoles bahan
peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen. Terbuat dari
bahan stenlesstil yang dilapisi bahan monyl sehingga tidak mudah
berkarat dan tidak merusak anyaman kain screen. Berbentuk
menyerupai dusgrip (tempat pensil) yang salah sisi panjang di buat
agak miring, guna memudahkan proses pelapisan.
3. Pengeringan (dalam kamar gelap)
Pengeringan screen yang telah selesai dilapisi oleh bahan peka cahaya
dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a. Pengeringan dengan cara menggunakan kompor.
Pengeringan dengan cara ini, yaitu dengan jalan dipanaskan atau
digarangkan di atas permukanaan kompor yang terlebih dahulu
ditutupi dengan selembar/sepotong seng sebagai pengaman agar api
tidak mengenai langsung permukaan screen. Jarak antara kompor
dengan screen sekitar ± 50 cm, serta dilakukan gerakan secara
teratur. Pengeringan dengan kompor sangat berbahaya.
b. Pengeringan dengan menggunakan Hair Dryer/Kipas angin
Pengeringan dengan cara ini pada prinsipnya sama dengan kompor,
hanya saja pelaksanaannya lebih mudah.
c. Pengeringan dengan open
Pengeringan dengan cara ini hanya dapat dilakukan dengan
menggunakan mesin kontak screen, yang dibuat khusus. Hasilnya
lebih cepat dan hasil pengeringannya dapat merata luar dan dalam.

4. Penempatan Film/Model
Penempatan film atau model adalah menempatkan film di atas
permukaan screen sesuai dengan posisi cetak yang diinginkan.
Penempatan film pada screen sebaiknya direkatkan dengan isolatip
bening pada sisi yang berlawanan untuk menghindari terjadinya
pergeseran possisi film selama pengontakan. Pemasangan film pada
permukaan screen disesuaikan dengan bagian mana bahan akan dicetak
(bisa terbaca atau tidak terbaca) dari posisi kita. Di atas film
ditempatkan kaca bening setebal lebih kurang 5 mm, dan di bawah
screen ditempatkan pula bantalan pengalas.
5. Pengafdrukan (Penyinaran)
Proses pengafdrukan untuk menghasilkan acuan cetak sablon pada
permukaan screen adalah sama meskipun bahan dan alat yang
dipergunakan berbeda. Adapun proses pengafdrukan itu sendiri dapat
dilakukan dalam cara, yaitu:
a. Penyinaran Dengan Sinar Matahari
Penyinaran dengan menggunakan sinar matahari adalah penyinaran
yang paling ekonomis dan lebih cepat, karena sinar yang dibutuhkan
yaitu, sinar ultra violet spenuhnya terdapat pada sinar matahari.
Kelemahan dari penyinaran ini, apabila terjadi kelebihan sinar hasil
afdrukan agak sulit dikembangkan (dibuka), sebaliknya apabila
kekurangan sinar mudah rontok.
b. Penyinaran Dengan Lampu Meja Kontak atau Mesin Kontak
Penyinaran dengan lampu memerlukan biaya tambahan atau kurang
ekonomis. Kelebihan dari penyinaran sistem ini waktu lebih mudah di
atur, sehingga terjadinya kelebihan sinar dapat dihindari dan tidak
memerlukan perpindahan tempat yang jauh untuk melakukan
pengontakan seperti halnya pengontakan dengan sinar matahari.

6. Mencuci (membangkitkan gambar)
Pelaksanaan mencuci untuk menimbulkan gambar dilakukan dalam
kamar gelap (situasi tidak langsung menerima sinar). Gambar yang
membekas dalam screen dicuci untuk ditimbulkan gambarnya (gunakan
air dingin). Jika dibalik screen sudah tampak tanda–tanda menembus air
melalui bagian bergambar, berartii hasil penyinaran (afdruk) baik.
Sampai pada tahap ini pengaruh kepekaan obat pembangkit sudah tidak
berpengaruh lagi, screen dapat dicuci dengan bebas tanpa perlu
membatasi sentuhan sinar. Lapisan chrom pada bagian bergambar yang
telah bereaksi dengan air, tidak mempunyai pengaruh kepekaan
terhadap sinar.
a. Setelah penyinaran, screen dicuci dengan air dingin. Jika terdapat
begian gambar yang tidak tertembus air, maka perlu denga air
panas. Pamanfaatan air panas dalam hal ini ialah untuk
melemahkan lapisan yang tidak larut oleh sentuhan air dingin.
b. Tabir screen dikeringkan dengan kain (kertas serap). Penyerapan
tabir tidak boleh digerak–gerakkan. Cukup hanya ditekan–tekan
sampai bekas–bekas air terserap seluruhnya. Gerakan–gerakan
kain diatas tebir (screen) dapat merusak lapisan chrom.
Screen dikeringkan (disinarkan pada matahari). Usahakan
penyinaran tidak berlebihan.
7. Tursir (penyempurnaan)
Mentursir dilaksanakan dalam kamar gelap. Hasil pengolahan dalam
langkah menimbulkan gambar mungkin saja dapat terjadi kerusakan –
kerusakan kecil.
Seperti terdapatnya lubang–lubang kecil sebagai akibat gesekan–
gesekan pada tabir. Untuk mengatasi hal ini maka diadakan perbaikan–
perbaikan seperlunya. Screen yang telah dikeringkan belum dapat

langsung digunakan mencetak. Keadaan lapisan chrom masih harus
diteliti untuk selanjutnya disempurnakan. Jika pada bagian gambar
terdapat lubang–lubang maka pada bagian tersebut dilakukan perbaikan
dengan membubuhi obat pembangkit. Kuwas kecil digunakan sebagai
alat melapisi chrom pada daerah berlubang. Lakukan pemolesan pada
daerah bergambar dengan hati–hati, jangan menyentuh bagian gambar.
Selanjutnya pada bagian diluar gambar, dipoleskan keseluruhan dengan
obat pembangkit (obat afdruk). Pada bagian tepi bingkai diberi lapisan
kertas semen atau kertas minyak (masih menggunakan obat afdruk).

SUMBER : MODUL RGA

MENGENAL PERALATAN CETAK SARING/SABLON.

A. Screen
Screen atau kain screen adalah alat untuk memegang gambar yang
digunakan mencetak/menyaring cat/tinta, merupakan peralatan
utama yang digunakan dalam kegiatan cetak sablon. Screen terbuat
dari kain kasa (sutra) seperti saringan. Cara menggunakannya
adalah terlebih dahulu screen dipasangkan pada bingkai kayu atau
dengan keadaan kain ditegangkan, sehingga tinta akan mengalir
melalui pori – pori screen yang kecil dan tipis. Screen memiliki
beberapa macam ukuran pori - pori (lubang), yang penggunaannya
disesuaikan dengan benda yang akan dicetak, semakin tinggi ukuran
kain screen berarti semakin halus keadaan kain tersebut (semakin
banyak lobang/saringannya), yang berarti lubangnya semakin
sempit/kecil, sebaliknya semakin rendah nomer kain berarti semakin
besar pori – pori screen, jumlah lubangnya semakin sedikit, tetapi
lubangnya/pori-pori justru lebih besar.

Adapun ukuran screen itu sendiri diawali dari angka; T30, T50,
T60, T90, T100 yang digunakan untuk mencetak jenis tekstil dan
T120, T150, T165, T180, T200.
Sasaran Cetak Ukuran Kode
Karung 48 T
Tekstil dan kaos 62 – 90 T
Karton 100 T
Kertas / imitasi 120 – 150 T
Plastik 165 – 180 S
Raster 200 S
Perbedaan itu nampak pada perbandingan kode screen berikut ini;
Screen 200 s Screen 160 s
Jenis Screen untuk mencetak

Jenis dari kain saring (screen) ada bermacam – macam:
a) Kain sutra
Pengunaan kain screen sutra sebagai tabir screen dimanfaatkan
terbatas pada jenis – jenis benda yang meresap (kain) mengingat

kemampuan tabir sutra hanya untuk sekali pakai, karena memiliki
kelemahan sebagai beerikut:
1) Lemah terhadap zat kimia
2) Tidak memiliki ukuran jumlah lubang
3) Tidak memiliki daya lentur
4) Dalam penggunaan sutra tahan lama.
b) Kain Monofilamen
Kain Monofilamen terbuat dari benang tunggal yang dianyam.
Kain ini memberi pencetakan yang halus, aliran tinta yang mudah
diatur dan hasil cetakan yang tajam. Kain monofilamen bisa
terbuat dari nylon (polymide) atau polyster. Kain nylon
monofilament sangat elastis, tahan gesekan dan tahan bahan –
bahan kimia, dapat dipakai berulang – ulang, dan sangat cocok
untuk pekerjaan yang memerlukan register yang sangat tinggi.
c) Kain Multifilamen
Kain monofilamen terbuat dari beberapa benang tunggal kecil
yang dipelintir dan dianyam. Pelintiran ini menghasilkan kain
yang lebih berat, tebal yang menyebabkan penghantaran tinta
lebih banyak. Kain ini cocok untuk mencetak kain.
d) Kain polyster
Kain polyster tersedia dalam jenis multifilamen dan monofilamen.
Jenis monoofilamen lebih banyak di pakai, jenis ini lebih tahan
gesekan dan tidak terlalu elastis, sehingga baik untuk pekerjaan
yang memerlukan registrasi.

f) Kain Nylon
Kain nylon merupakan bahan yang dibuat khusus dari nylon
monofilament sebagai syarat mutlak dalam pencetakan sablon.
Kain nylon banyak beradar di pasaran dibandingkan jenis kain
screen yang lainnya.

B. Rakel (squeeqee)
Rakel berguna untuk menekan tinta dari kain screen (saring) ke atas
kertas atau bahan lain yang akan disablon. Biasanya terbuat dari
karet atau plastik sintetik. Pada bahan yang lunak dan tumpul
biasanya mengalirkan lebih banyak tinta pada media cetak.
Sedangkan bahan yang keras dan tajam mengalirkan lebih sedikit
tinta, sehingga mempercepat pengeringan.
Ujung bundar untuk memindahkan tintadalam
jumlah banyak, misalnya untuk mencetak warna
terang diatas latar belakang gelap diatas obey
datar. Juga digunakan untuk mencetak tinta
fluorescent.

Sisi bulat, digunakan untuk mencetak di atas kain
karena memindahkan banyak tinta.

C. Meja Cetak
Meja cetak yang digunakan khusus untuk sablon, yaitu daun meja
dibuat dari kaca dengan ketebalan 5 mm. Rancangan dibuat khusus
untuk sablon dengan posisi kedudukan engsel penyekat (catok)
sejajar dengan permukaan kaca.

D. Catok ( Engsel Cetak )
Catok/engsel penyekat merupakan gabungan dari alat penyekat
(catok dengan engsel). Pada satu bagian sebagai alat penyekat
(melakukan tekanan pada sisi bingkai), sedang bagian lain, engsel
berfungsi sebagai alat yang menggerakkan catok.

E. Bingkai ( Frame ) Screen
Bahan yang dipakai untuk membuat bingkai screen harus dari kayu
jati. Maksudnya adalah agar tahan lembab (basah), panas
matahari, dan bahan-bahan kimia. Oleh karena itu dipilih dari bahan
yang baik atau bahan yang tidak mudah terpengaruh oleh suhu
(temperature). Tebal penampang ± 3 Cm dengan lebar 5 Cm,
dibuat sesuai dengan keperluan. Makin besar ukuran bingkai, makin
Rakel sisi miring
Rakel 2 sisi miring
Modul GRA:CTK:009 26
tebal penampangnya. Permukaan bingkai harus rata, tidak
melengkung.

F. Rak Jemur
Rak jemur berfungsi sebagai tempat pengeringan hasil cetakan atau
sablonan. Bahan yang digunakan untuk membuat rak adalah kayu
jati, meranti, atau sejenisnya. Bentuk rak yang baik ialah reng atau
lis, yang dibuat persegi empat dan pada masing-masing sisi
dihubungkan dengan anyaman tali nylon yang mempunyai
ketahanan dan elastis yang baik. Jarak antara tali satu dengan yang
lain lebih kurang 5 Cm.

G. Gelas Ukur
Kegunaan gelas ukur adalah untuk mengukur bahan zat cair yang
memerlukan ketepatan jumlah ukuran dalam cc. Gelas ukur biasanya
untuk mengukur penggunaan pigment atau zat pewarna tinta.
H. Mangkuk Plastik
Mangkuk plastik berfungsi sebagai tempat mengolah bahan peka
cahaya yang berupa serbuk seperti, Chromatine, Chrom Gelatine,
Gelatine Bichromate, atau untuk mengolah bahan pengapus peka
cahaya (obat afdruk). Plastik tahan terhadap bahan soda api,
Sodium Hyphokloride yang kedua bahan ini mudah bereaksi dengan
bahan logam.

I. Bantalan Pengalas
Bantalan pengalas terbuat dari bahan kayu yang diberi karet dan
ditutupi dengan kain warna gelap. Fungsi dari bantalan pengalas
adalah untuk alas tekanan kaca terhadap film di atas permukaan
Modul GRA:CTK:009 27
screen, mencegah pembiasan sinar dan menjamin ketajaman hasil
afdruk.

J. Kaca Penekan
Kaca penekan adalah kaca bening persegi empat setebal ± 5 mm,
yang digunakan untuk menekan film dari atas, mencegah pembiasan
sinar terhadap film, menjamin kemantapan posisi film di atas screen
dan sekaligus menjamin ketajaman hasil afdruk.

K. Meja Gambar
Meja gambar adalah meja yang di atasnya diberi kaca bening
setebal lebih kurang 5 mm dan di bawahnya diberi lampu. Meja
gambar berfungsi sebagai tempat untuk mengecek atau mengontrol
film sebelum pengafdrukan dan hasil cetakan.

L. Central Coater
Central Coater adalah bahan yang terbuat dari stainlesstil yang
dilapisi bahan monyl dan berbentuk segi empat panjang
sertamenyerupai dusgrip (tempat pensil). Central Coater berfungsi
sebagai alat untuk melapisi bahan peka cahaya (obat afdruk) pada
permukaan screen.

Selasa, 21 Desember 2010

JENIS KAIN, BENANG, DAN FINSHING

Bagi kalian yang mau berbisnis didunia yang berhubungan dengan kain dimisalkan bisnis baju distro, saya ada sedikit masukan tentang jenis – jenis bahan kain dan karakteristiknya. Kebetulan saya dapat dari hasil googling ( saya dapatkan dari sebuah blog cuma saya lupa lagi nama situsnya...maaf) semoga bermanfaat!!

JENIS-JENIS BAHAN KAIN

1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:

COTTON COMBED:

- Serat benang lebih halus.

- Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.

COTTON CARDED:

- Serat benang kurang halus.

- Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.

Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC ( TETERTON COTTON)

- Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%

- Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan.

- Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

- Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose.

- Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton.

- Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

- Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik.

- Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

JENIS BENANG

Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.

1. BENANG 20S

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram / Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

JENIS RAJUTAN

1. SINGLE KNITT

- Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.

- Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).

- Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).

Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT

- Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.

- Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).

- Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.

Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE

- Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.

- Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.

- Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.

Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

4. STRIPER atau YARN DYE

- Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).

- Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.

- Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.

- Finishing harus openset / belah.

Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa ( Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt ).

5. DROP NEEDLE

- Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.

- Penggunaannya bisa di bolak-balik.

- Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.

Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

FINISHING

Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.

1. TUBULAR/BULAT:

Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting.

Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.

2. OPENSET / FINISH BELAH:

Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus.

Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.

3. MERCERIZED/NON MERCERIZED:

MERCERIZED:

jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras.

Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti : Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.

NON MERCERIZED:

Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur.

Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.

4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT:

Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.

5. ROTARY PRINT:

Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.

TRIK SABLON MANUAL

Proses ini biasanya dilakukan sebelum proses pencetakan dilakukan ( pracetak ). Tujuannya adalah menciptakan bentuk yang sesuai dengan yang kita inginkan diatas kain saring ( screen ), sehingga saat kita menyapu tinta cetak yang telah kita tuangkan diatas screen tersebut akan turun sebatas yang telah kita bentuk diatas screen tersebut.
Keahlian dalam proses afdruk merupakan salah satu syarat penting untuk menghasilkan hasil cetak sablon yang baik.

Dan meskipun kelihatannya mudah, namun banyak / sering sekali bagi mereka yang baru mempelajari teknik menyablon mengalami kegagalan dalam proses ini. Sebenarnya permasalahannya terletak pada waktu penyinaran / eksposing - nya, anda harus banyak bereksperimen untuk menemukan waktu penyinaran yang tepat.

Prosesnya cukup mudah, yaitu sebagai berikut ;

1. Bersihkan screen yang ingin kita gunakan, meskipun baru screen berpotensi terkena debu yang dapat mempengaruhi hasil afdrukan. Bersihkan dengan sabun colek/krim+kain perca lalu keringkan dengan matahari dengan posisi screen berdiri, jangan dengan kipas Karena bisa kena debu lagi.ya kan? ;-) kalo mau cepet ya pake hairdryer, tapi tagihan listrik nya naik nanti.hoho

2. Oleskan obat afdruk / stencil / photo emulsion screen secukupnya ke dibagian belakang dan depan screen.
Ratakan obat tersebut menggunakan Rakel / penggaris / coater/kuas cat,jangan terlalu tebal/tipis. Keringkan dengan hair dryer saja karena keringnya lama sekali,bisa juga diangin-angin saja namun usahakan berada di tempat yang tidak terlalu terekspos oleh cahaya ( remang – remang ngono, tapi hati-hati,ga ketok)

3. Setelah kering, siapkan film sablon yang telah anda buat dan rekatkan pada screen tersebut di posisi yang anda inginkan ( biasanya di posisi center/tengah )
Ada dua pilihan dalam melakukan penyinaran / exposing, yaitu ; menggunakan cahaya matahari ( bagus tapi kagak stabil, soalnya tergantung sama kemurahan hati sang surya, kalo terang waktunya bisa cepet, klo mendung bisa kagak jadi ), atau dengan cahaya buatan ( bisa lampu neon / lampu UV ). Tahapan ini memerlukan timing yang tepat, karena obat afdruk bersifat peka cahaya, sehingga ia akan bereaksi sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya ( perhatian : tidak semua obat afdruk yang tersedia di pasaran memerlukan waktu penyinaran yang sama, sebaiknya anda tanyakan kepada toko penjual obat tersebut mengenai waktu penyinaran yang tepat untuk obat yang anda beli ). Urutan untuk penyinaran dengan matahari : kaca,film,screen,bantal kain hitam (tekan bantalan hitam agar tak ada cahaya masuk lewat sela-sela yang mengakibatkan proses afdruk gagal), dengan Lampu neon 2x40watt, urutannya sama tapi ga pake kaca karena sudah menggukanan meja afdruk.

4. Setelah proses penyinaran, maka image / bentuk yang anda inginkan akan terlihat ( agak samar – samar ) di atas screen yang telah diberi obat afdruk tersebut,
Jangan terkagum – kagum dulu melihat gambar tersebut, karena anda harus merontokkan obat afdruk yang masih menutupi image / bentuk yang anda inginkan, segera siram dengan air bertekanan tinggi atau benamkan dalam air untuk merontokkan obat tersebut.

Idealnya setelah anda menyiram atau membenamkan screen tersebut dalam air, maka obat afdruk yang telah terekspos cahaya tersebut akan merontokkan diri, sehingga membentuk image / bentuk yang anda inginkan, namun terkadang karena waktu penyinaran yang kurang tepat, maka bisa saja ada obat yang masih tertinggal, bila anda menyiram dengan air bertekanan tinggi, biasanya obat ini akan rontok sendiri pada akhirnya, namun bila masih tetap membandel, mau tidak mau anda perlu mengulang proses ini dari awal ( ouch .. poor you… ),
Setelah image / bentuk yang anda inginkan bersih sempurna dari gangguan obat yang masih tersisa di screen, anda dapat mengeringkan screen tersebut, atau mengoleskan obat penguat screen

Tahapan Menyablon :

1. pinggiran gambar yang akan disablon diplester agar cat tidak mengalir kemana-mana.
2. letakkan pasta/rubber yang sudah dicampur pigment/warna yang diinginkan.
3. sebelumnya gunakan alat papan triplex pada bagian dalam kaos agar cat tidak tembus kebelakang.
4. gunakan rakel untuk menyapu cat. Lalu keringkan kaos.
5. jika sudah selesai, sebaiknya screen langsung dicuci dengan sabun krim tentu dengan kain perca sebagai sikatnya. Walaupun menggukanan tinta berbasir air, apabila screen tidak langsung dibersihkan akan sesulit membersihkan tinta berbasi minyak.

Peralatan menyablon yang kudu disiapkan :

1. Screen (kain gasa terbuat dari polyster/nylon), ada banyak jenis screen, untuk menyablon kaos/kain maka cocok menggunakan screen berpori-pori kasar dengan type T48,T54,T61,T77,T90 (nilai screen semakin besar maka kerapatannya semakin tinggi,saya biasanya pake T54)
2. Rakel (alat sapu terbuat dari karet sintesis) harganya sekita 1000-1500 per cm, dpt dibeli di toko sablon
3. Obat afdruk (cairan kental/emulsion) untuk pemula biasanya menggunakan obat afdruk jenis ulano (meskipun mahal) karena mudah untuk digunakan dan sebelum menggunakan campur dengan sentitizer yang telah disediakan.
4. Mika/kuas cat/coater (alat pemoles obat afdruk)
5. Bantalan Hitam (buat sendiri, untuk mengepress film pada screen)
6. Kaca dengan tebal 0.2-0.5mm
7. Semprotan Air (pengembang gambar hasil afdruk)
8. Tinta/cat (khusus sablon) untuk kaos biasanya menggukanan pasta warna (rubber), bewarna dasar putih kentar dan dapat dicampur pigment untuk membuat cat dengan warna yang diinginkan.

Trik Sablon Kaos Simpele Tp Menarik

Sambil ngerjain pesenan, kebetulan ada rekanan yang bawa kamera , jadi kepingin deh bikin tips lagi. Ayo dong master2 sablon ikutan Bantu. . .!
Pesenan kali ini nggak begitu rumit kok, Cuma minta warna emas dan pada bagian logo minta emasnya berkilau kalau terkena cahaya.. *nggak skalian aja sis, mas yang nyablon minta dipacarinn..xixiixixiii
Jadi untuk kali ini judulnya sablon manual VS digital.. *kesombongan gak yahh..? @.@
Ya udah deh diganti aja jadi Sablon pake rakel + Dipress pake head press..gak mslh ya.. :)
kaos distro
Sebelum shoping ke swalayan sablon, ini ada catatan khusus buat belanja:
  1. Screen T49 30X40
  2. Rakel untuk bahan *panjang 35cm
  3. Lem Foil
  4. SR 9902 warna emas
  5. Kertas Foil *yang Hologram
  6. Ulano TZ
  7. M3
  8. Binder
  9. Kertas Kalkir
  10. Ruang khusus kedap cahaya langsung, tapi nggak perlu gelap gulita.
  11. Gabus dengan ketebalan minimal 5cm
  12. Kaca bening 2mm
  13. Semprotan mandi burung
  14. Kain Teflon
Yuk mulai.., buat desain gambar suka-suka photoshop,illustrator,coreldraw,terserah..
Print gambar dengan warna hitam saja (printer laser lebih baik). Untuk kertas kalkir nggak bisa diprint pake printer inkjet, solusinya diprint pake kertas HVS aja, terus diolesin minyak goring keseluruh permukaan kertas, tunggu sampai kering.
kaos distro
sablon kaos
Sambil menunggu kertas kering, sekarang coba buka Ulano TZ, terus campur sensitizer ke Emulsion. Karnea bahan kimia ini mudah expired bila sudah dicampur, jadi dikira2 aja mencampurnya sensitizer-emulsion  1:9. Diaduk yang rata jangan sampai terkena cahaya langsung apalagi cahaya matahari. Masih dilokasi yang sama(ruang kedap cahaya), oleskan Ulano yang sudah dicampur tadi ke kain screen luar dan dalam (yang rata atuh..).
Kemudian keringkan ditempat yang kedap cahaya juga dengan kipas angin (kira2 butuh waktu 20menit), atau bisa juga dikeringkan dengan hairdryer (itu tuh..yang buat ngeringin rambut si salon eyke..yuuk).
Tahap berikutnya afdruk, bisa dengan cahaya matahari, bisa juga dengan cahaya lampu neon. Tapi seringnya saya memanfaatkan sinar matahari (Ultraviolet), gratis dan hemat energi. Urutan afdruk menggunakan sinar matahari sbb:
kaos distro
  1. Beri alas triplek atau sejenisnya pada bagian dasar/bawah.
  2. letakkan gabus diatasnya.
  3. letakkan screen diatasnya lagi
  4. letakkan gambar yang telah diprint diatasnya lagi, posisi gambar dibalik
  5. tutup dengan kaca bening diatasnya lagi
  6. pegang yang kuat rangkaian tsb dengan hati2
  7. bawa keluar rumah untuk disinari matahari (ikuti arah sinar matahari, durasi yang dibutuhkan 20-30detik)
Nah..sekarang terlihat kan hasil transfer bayangan gambarnya ke screean. Sekarang cepat2 bersihkan screen dengan bantuan penyemprot burung/spray. Semprot hingga bagian obat pada gambar merontok / serat kain terlihat mengikuti alur gambar. Keringkan lagi screen yang basah tadi hingga benar2 kering (pada bagian ini boleh dikeringkan langsung dengan cahaya matahari).
Jika sudah terbukti kering, siapkan rakel.
Sebelum merakel, siapkan dulu kaos yang ingin di sablon (kalo bisa bagian dalam kaos disisipi triplek yang datar). Letakkan screen diatas kaos, tuangkan lem foil kedalam screen, lalu shoot/sapukan rakel secara merata (jika kurang tebal, bisa di shoot sekali/dua kali lagi, tapi tunggu cetakan sebelumnya benar2 kering).
tips sablon kaos
Berikutnya mencuci lem foil yang telah dipakai pada screen untuk warna berikutnya yaitu, tinta emas. Sambil menunggu lagi screen kering, buatlah adonan tinta emas yang telah dibeli dengan mencampurkan m3 secukupnya (adonan jangan terlalu encer, jangan juga terlalu kental). Karna yang pesen minta logonya di foil hologram, sekarang screen pada gambar logo ditutup pake plester bening.
isolasi tape
kaos distro
Lanjut..letakkan screen diatas kaos yang telah di lapisi lem foil (pastikan gambar di screen mengikuti cetakan lem foil dikaos benar2 pas/presisi). Tuang tinta emasnya kedalam screen, sapukan hingga rata pada kaos (sorie..ketinggalan, pada saat menyapukan rakel ke kaos tekanan agak kuat).
Setelah pemolesan tinta emas kering, langkah terakhir men-cap hologram pada logo. Ini lebih mudah kok dari sebelumnya. Berhubung logonya hemat tempat, saya memilih setrika sebagai alat pengganti headpress (hemat energi..hemat biaya). Caranya,
kaos distro
Letakkan kertas foil diatas gambar logo (digunting kotak aja seukuran logonya, jangan sampai mengenai gambar yang sudah di-cap emas tadi).
kaos distro
Panaskan setrika sepenuhnya (jangan lupa untuk menambahkan kertas Teflon diatas kertas foil yang ingin di press),
setelah panasnya penuh langsung tiban aja diatas kertas foil yang tertutup Teflon(durasi lebih lama dari mesin headpress yaitu, 50detik).
kaos distro
Tunggu kertas foilnya benar2 mendingin, baru dicabut/dikeletek..
kaos distro
selesai.
kaos distro
Mudah2an bisa dimengerti yah..hiks*_*’

Jumat, 23 April 2010

Dampak Negatif Facebook

Facebook demikian marak dibeberapa negara. Perkembangannya cukup pesat. Bermula dari situs jaringan sosial di sebuah universitas dan berkembang pesat ke banyak negara. Mengomentari hal ini segala sesuatu memang semula bermula dari hal kecil dan berkembang menjadi besar. Tingkat kompleksitas sistem dan jaringanpun berkembang dari semula sederhana menjadi sangat kompleks. Ide yang dapat diambil adalah rencanakan dari hal yang sederhana dan realisasikan rencana tersebut. Semua tidak ada yang instan. Seiring dengan realisasi tersebut tentunya perubahan-perubahan bisa dilakukan sehingga rencana semula yang sederhana menjadi suatu karya yang bermanfaat.
Kali ini saya ingin berbagi pendapat saya tentang facebook. Bermula dari dampak baiknya dahulu. Tentunya dengan Facebook kita dapat kembali bertemu dengan teman-teman lama walaupun di dunia maya. Dengan facebook komunikasi antar teman menjadi lancar walaupun berjauhan. Featurenya cukup beragam membuat nyaman menggunakannya. Bagi yang sedang jauh dari komunitas aslinya karena tugas misalnya sedang studi di luar kota atau luar negeri manfaat facebook sangat terasa. Yang saya alami saya masih tetap bisa mengikuti perkembangan komunitas saya di indonesia walupun saya sedang studi lanjut di jerman. Ini sangat diperlukan karena saya tidak akan terasing sekembalinya dari jerman dan menjalankan tugas di kampus saya semula. Banyak pengalaman teman-teman yang studi waktu dulu terasing selama bertahun-tahun sehingga seperti orang aneh ketika kembali ke komunitas semula.
Dengan Facebook kita bisa bertukar pikiran dengan sangat mudah. Pertukaran informasi difasilitasi dengan sangat bagus. Sebagai contohnya ketika kita butuh sesuatu atau ingin tahu tentang sesuatu tinggal kita tuliskan dalam status maka akan banyak respon dari teman kita.
Facebook dapat juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan suatu ide seperti Say No to Drug atau ide-ide lainnya. Membangun komunitas melalui Group atau Pages dengan tujuan yang baik akan sangat bermanfaat. Pertumbuhan Group atau Pages di Facebook terbilang cukup cepat. Sesuatu hal akan berkembang dengan cepat kalau dibangun secara bersama.
Dengan pages, suatu perusahaan juga dapat mengiklankan produknya. Mengenai aturan lebih detail bisa ditanyakan ke Facebook Team. Seharusnya memang Facebook kita manfaatkan secara positif.
Dampak baiknya mungkin banyak yang tahu. Dampak buruk yang terkadang tidak kita sadari. Saya uraikan beberapa hal dampak buruk Facebook:
1. Mengurangi kinerja
Banyak karyawan perusahaan, dosen, mahasiswa yang bermain facebook pada saat sedang bekerja. Mau diakui atau tidak pasti mengurangi waktu kerja. Sebenarnya bisa dikurangi akibatnya jika kita bisa memanage waktu yaitu bermain facebook ketika istirahat. Saya sendiri mengharamkan facebook bagi diri saya ketika saya sedang di institut. Hari senin sampai jum’at dari jam 9 sampai jam 18 adalah waktu terlarang bagi saya untuk membuka facebook.
2. Berkurangnya perhatian terhadap keluarga
Mau diakui atau tidak ini terjadi jika kita membuka facebook saat sedang bersama keluarga. Sebuah riset di inggris menunjukan bahwa orang tua semakin sedikit waktunya dengan anak-anak mereka karena berbagai alasan. Salah satunya karena Facebook. Bisa terjadi sang suami sedang menulis wall, si istri sedang membuat koment di foto sementara anaknya diurusi pembantu. Saya termasuk orang kolot dalam hal ini. Saya akan membatasi diri saya dan keluarga saya untuk sekedar bermain facebook atau sms-an yang tidak penting saat bersama keluarga.
3.Tergantikanya kehidupan sosial
Facebook sangat nyaman sekali. Saking nyamannya sebagian orang merasa cukup dengan berinteraksi lewat facebook sehingga mengurangi frekuensi ketemu muka. Ada sebuah hal yang hilang dari interaksi seperti ini. Bertemu muka sangat lain dan tidak seharusnya digantikan dengan bertemu di dunia maya. Obrolan, tatapan mata, ekspresi muka, canda lewat ketawa tidak bisa tergantikan oleh rentetan kata2 bahkan video sekalipun.
4.Batasan ranah pribadi dan sosial yang menjadi kabur
Dalam Facebook kita bebas menuliskan apa saja, sering kali tanpa sadar kita menuliskan hal yang seharusnya tidak disampaikan ke lingkup sosial. Persoalan rumah tangga seseorang tanpa sadar bisa diketahui orang lain dengan hanya memperhatikan status dari orang tersebut.
5. Tersebarnya data penting yang tidak semestinya
Seringkali pengguna Facebook tidak menyadari beberapa data penting yang tidak semestinya ditampilkan secara terbuka. Seperti sudah dijelaskan dalam artikel tentang keamanan facebook, default dari info kita seharusnya tertutup dan tidak tertampil. Kalau memang ada yang perlu baru dibuka satu per satu sesuai kebutuhan.
6. Pornografi
Sebagaimana situs jejaring sosial lainnya tentu ada saja yang memanfaatkan situs semacam ini untuk kegiatan berbau pornografi.
7. Pemanfaatan untuk kegiatan negatif
Walupun telah diatur dalam peraturan penggunaan Facebook, tetap saja ada pihak yang memanfaatkan facebook untuk kegiatan negatif melalui group ataupun pages.
8. Kesalahpahaman
Facebook merupakan jaringan sosial yang sifatnya terbuka antara user dan teman-temannya. Seperti kehidupan nyata gosip atau informasi miring dengan cepat juga dapat berkembang di jaringan ini. Haruslah disadari menulis di status, di wall dan komentar diberbagai aplikasi adalah sama saja seperti obrolan pada kehidupan nyata bahkan efeknya mungkin lebih parah karena bahasa tulisan terkadang menimbulkan salah tafsir. Sudah ada kasus pemecatan seorang karyawan gara-gara menulis yg tidak semestinya di facebook, juga terjadi penuntutan ke meja pengadilan gara-gara kesalahpahaman di Facebook.
9. Mempengaruhi kesehatan (masih perdebatan)
Sebuah artikel di media inggris menyebutkan Facebook dapat meningkatkan stroke dan penyakit lainnya. Alasan yang dikemukakan menurut saya masih perlu dikaji lagi. Kalau menurut pendapat saya bukan karena facebooknya tetapi karena kebiasaan duduk berlama-lama di depan komputer.
10. Penipuan
Seperti media online lainnya, Facebook juga rentan dimanfaatkan untuk tujuan penipuan. Kita tidak akan tahu sebenarnya siapa dibalik account facebook. Orang dengan mudah membuat account baru untuk keperluan yang tidak baik. Ada yang menggunakan modus berkenalan dan akhirnya menjadi akrab di dunia maya yang ternyata ujung-ujungnya digunakan untuk melakukan penipuan atau tindakan kriminal lainnya.

Selasa, 20 April 2010

Pake modem ponsel atau USB

Saat ini layanan internet jauh lebih merakyat dibandingkan dulu, dimana kita harus kabur dulu ke warnet untuk bisa mengkases internet, karena untuk koneksi selain warnet relatif lebih mahal biayanya (dengan telkomnet instan atau melalui ponsel). Sekarang, hotspot sudah banyak tersebar dari kampus, café, sampai mall. Untuk teknologi seluler pun tidak mau kalah, beragam produk ditawarkan oleh setiap operator GSM (GPRS sampai 3.5G) dan CDMA berkaitan dengan akses data internet.
Untuk yang koneksi dengan seluler ini yang sepertinya cukup diminati, selain kemudahan koneksi, dimana kita bisa mengakses internet dari mana saja, mau di rumah, di jalan, atau dimanapun saat kita tidak bisa mendapatkan akses WiFi. Akses internet dengan seluler juga memberikan alternatif pilihan berkaitan dengan biaya, yaitu volume based (akses berdasar data yang diupload dan didownload) dan timed based (akses berdasar lamanya waktu kita mengakses internet).
Tentu saja dengan koneksi seluler ini juga akan memberikan pilihan baru yaitu tentang alat yang kita pakai sebagai modem, apakah menggunakan ponsel atau usb modem, atau data card? Kita lihat saja beberapa keuntungan dan kekurangan dari masing-masing pilihan tersebut.
Untuk modem ponsel, keuntungannya adalah kita bisa menggunakan fasilitas dasar kartu seluler yaitu untuk bertelepon dan bersms, tanpa harus bongkar pasang (jika kita menggunakan modem usb, maka kita harus melepas dulu kartu dari modem, dan memasangnya di ponsel). Untuk beberapa kartu dan ponsel, ada kelebihan lain dimana saat kita menggunakan sebagai modem dan masuk ke dunia internet, kita tetep bisa menerima telepon dan sms, dengan demikian kita tidak terlewatkan untuk mendapatkan informasi dari rekan kita. Tapi tentu saja keuntungan dan kerugian tersebut tidak berlaku untuk kartu seluler yang memang hanya khusus untuk akses internet seperti Broom dari Indosat dan Mobi dari Fren misalnya. Karena kita pasang di ponsel pun sama saja, tetap tidak bisa digunakan untuk bertelepon dan bersms ria.
Sedangkan kelemahan dari modem ponsel adalah lebih pada seting ponsel sebagai modem itu sendiri, karena karakter dari masing-masing merk, jenis, seri ponsel beragam yang tentu saja membutuhkan seting yang beragam pula, dan untuk yang satu ini relatif menyulitkan, kecuali dari pihak produsen telah menyediakan aplikasi yang memudahkan seting tersebut (Nokia PC Suite misalnya). Selain itu, kelemahan lain dari modem ponsel adalah ketahanan komponen si ponsel itu sendiri. Dengan pemakaian terus-menerus, bahkan sampai low batt misalnya, tentu saja itu akan membuat ponsel selalu bekerja extra, dan cepat panas (apalagi ponsel CDMA), dan ini akan mempengaruhi umur komponen itu sendiri. Beda dengan modem usb yang memang dirancang khusus untuk berselancar, jadi lebih tahan panas saat diajak bekerja keras.
Ada hal lain yang harus dipertimbangkan dengan penggunaan ponsel sebagai modem, yaitu jaringan yang didukung, sebagai contoh untuk GSM sendiri sudah support sampai 3.5G yang secara teori mempunyai kecepatan lebih tinggi dibandingkan GPRS, dan kebetulan di tempat kita support sampai 3.5G, sedangkan ponsel kita hanya support GPRS, maka otomatis kecepatan yang kita dapat ya hanya di jalur GPRS saja, tidak bisa lebih. Kecuali ponsel kita sudah mendukung 3G atau bahkan 3.5G, maka jalur tersebut pun bisa kita lahap.
Selain hal-hal teknis di atas, harus diingat juga pertimbangan non teknis, terutama untuk modem usb. Saat ini harga modem usb terutama untuk modem GSM, harganya masih cukup tinggi, rata-rata di atas 1 juta. Padahal harga jual kembalinya masih dipertanyakan juga, apakah ada orang yang mau beli atau tidak, beda dengan ponsel yang kalo kita bosan, kita bisa menjualnya dengan relatif mudah.
Nah, bagaimana? Mau apa yang mau kita pilih sebagai sarana koneksi, ponsel atau modem usb? Pilihan tetap ada di tangan Anda (wah, kaya pemilu ya…., he he he). Sebelum memutuskan, ada baiknya melakukan survei jaringan dari operator yang akan kita pergunakan, baik itu kestabilan dan kekuatannya.
Dikutip dari berbagai sumber.

Senin, 19 April 2010

Tips Cara Merawat Komputer

1. Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter. Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.
2. Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi. Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera .
3. Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.
4. Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.
5. Tutup / close program yg tidak berguna Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan Kompie berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/Kompie.
6. Install program antivirus dan update secara berkala Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat anda menginstall ulang Kompie. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Ente akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.
7. Bersihkan Recycle Bin secara rutinSebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle Bin Atau dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.
8. Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitor Karena medan magnet yang ada pada speaker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.
9. Uninstall atau buang program yg tidak berguna Ruang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.
10. Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkala. Setidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam Kompie.
11. Pasang kabel ground. Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet
Dari berbagai sumber internet
Dikutip dari berbagai sumber.